Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Perahu Asmara yang Tak Tahu Arah

Aku yang begitu nyaman dalam keheninganku Tanpa kata namun penuh harap bersama angan yang melayang  entah kemana Rahasia asmara yang terus tersembunyi Tak tersirat, pun tersurat Dari sekian banyaknya cara untuk mencintai Aku memilih untuk menyimpanmu dalam heningku Cinta dalam diam, abadi dalam jiwa Kamu dan senyummu begitu candu Bayang-bayang dirimu selalu saja memenuhi isi kepalaku Di dalam ketenangan, kamu adalah kidung yang sangat merdu Hanyut dalam lamunanku, menikmati rasa yang tak kunjung usai Kembali kuingat pertemuan kala itu, begitu singkat namun abadi  dalam ingatan Bagai pesona yang mengikat jiwa dan raga Asaku sangat ingin menggapaimu, namun aku takut akan  penolakan Maaf, aku terlalu pengecut untuk sekadar mengungkapkan isi  hatiku Hingga aku memutuskan untuk mengabadikanmu dalam setiap  bait puisi ini Kugantungkan harapan mungkin kelak kamu membacanya Aku masih di sini, dengan perasaan yang kupastikan tidak akan  pernah pudar Inilah akhir dar...

SENJA

Semua orang tentu sepakat, bahwa ketika langit di sore hari menampakkan keindahannya melalui senja Terpancar warna-warna merona yang indah Sayangnya, keindahan itu tak bertahan lama Senja akan pergi menyisakan gelapnya malam Aku berharap penuh bahwa esok senja akan kembali Namun harapanku pupus ketika kulihat langit sore itu tampak mendung Aku lantas bertanya, ke mana kah senja pergi? Ku rangkai kembali kepingan harapan yang telah hancur Menanti temu yang tak tahu kapan Senja tak pernah berjanji untuk kembali Namun aku tetap menggantungkan harapan agar ia kembali Bahkan ketika senja mengecewakanku, ku pastikan itu tidak akan sedikitpun mengubahku Untuk tetap menunggu, Melangitkan doa, Dan merindukan kehadiranmu. Bersama senja, aku mengenangmu.