Perahu Asmara yang Tak Tahu Arah
Aku yang begitu nyaman dalam keheninganku Tanpa kata namun penuh harap bersama angan yang melayang entah kemana Rahasia asmara yang terus tersembunyi Tak tersirat, pun tersurat Dari sekian banyaknya cara untuk mencintai Aku memilih untuk menyimpanmu dalam heningku Cinta dalam diam, abadi dalam jiwa Kamu dan senyummu begitu candu Bayang-bayang dirimu selalu saja memenuhi isi kepalaku Di dalam ketenangan, kamu adalah kidung yang sangat merdu Hanyut dalam lamunanku, menikmati rasa yang tak kunjung usai Kembali kuingat pertemuan kala itu, begitu singkat namun abadi dalam ingatan Bagai pesona yang mengikat jiwa dan raga Asaku sangat ingin menggapaimu, namun aku takut akan penolakan Maaf, aku terlalu pengecut untuk sekadar mengungkapkan isi hatiku Hingga aku memutuskan untuk mengabadikanmu dalam setiap bait puisi ini Kugantungkan harapan mungkin kelak kamu membacanya Aku masih di sini, dengan perasaan yang kupastikan tidak akan pernah pudar Inilah akhir dar...